Subscribe:

Labels

Blogger templates

Flags Visitor

free counters

Selasa, 14 Februari 2012

hari itu



Mereka semua tengah berkumpul
Keluarga, teman, sahabat dan kerabat,
Hanya untuk bertemu dengan ku
Membelaiku dan menciumiku
Dan memelukku dengan penuh haru.
Aku tersenyum…
Mereka memarasku dangan paras suci
Menghiasiku dengan aroma bunga wangi.
Mereka yang datang dengan karangan indah bunga,
Mengapa terlihat sembab di mata?
Padahal ku hanya butuh satu
Ketika mereka mengantar diri  ini ke pelukan bumi
Ketika tanah basah terselimuti hamburan melati
Doa mereka tetap untukku,
Sebagai tamu
Di rumah baru

Selasa, 18 Oktober 2011


Surat dari Ruh untuk Masa Depan

Nak,
Kukirim secarik surat yang lahir dari perut purnama
Tentang puisi bunga mengalir dalam gurat lampau
Ya! Masa lampaumu, Nak! Yang ingin bertandang ke rumahmu
Saat rahmatullah sentuhkan jemari hangatnya di kota Makkah
Lalu…
Menyanyikan selaksa syair kebenaran : suara – suara meliuk indah pada goresan kata
Buih – buih kata:
“IQRO’!”

Maka bacalah, Nak!
Serta menunduklah dari dongaknya kepalamu saat angkasa terbebani gemerlap neon bertabur:
noda malam pada setiap butir embun

Maka bacalah, Nak!
Kala bumi kehilangan sumsumnya,
Saat itulah urat perkasamu mengganti kerlip bintang yang hilang

Maka bacalah, Nak!
Ini kali dapat memutar film masa silam
Bukan Bollywood, Disney dan kisah – kisah biru yang menjelma: jiwa – jiwa lelah

Maka bacalah, Nak!
Tetes – tetes tanah bersenandung janji pada satu Dzat Maha Pemurah
Tentang kelenjar - kelenjar keilmuan yang mendekap nama penciptanya

Kolam di mataku

Jalan, tertapaki kaki untuk di pijak sang dara kecil. “Dimana Dewaku?” ujarnya.
Ia di dekapan Allah, sayang.
Hati kecilnya membeku-tersenyum.
Lalu dimana pacarku?
Di seberang sana ada hatiku dan wajahmu, tapi bukan hatimu, sayang…
Lalu dimana hatimu? yang aku lihat ia bersenggama dengan gurat-gurat Dewi pujaanmu.
Kolam di mataku tak kunjung kering…

Oh sya ha ha ha ha…
Cintaku dalam gilingan daging
Oh syaaa!!! Ha ha ha…!
Cintamu di kulit landak
Kolam di mataku tak kunjung kering…

Kau dewaku, dan ku dewimu-
tapi mimpi.
Ketika kututup mata dan kumembukanya : bayangmupun tak ada
Kolam di mataku tak kunjung kering…


Sumber  :      www.siteislami.co.cc