Subscribe:

Labels

Flags Visitor

free counters

Selasa, 18 Oktober 2011


Surat dari Ruh untuk Masa Depan

Nak,
Kukirim secarik surat yang lahir dari perut purnama
Tentang puisi bunga mengalir dalam gurat lampau
Ya! Masa lampaumu, Nak! Yang ingin bertandang ke rumahmu
Saat rahmatullah sentuhkan jemari hangatnya di kota Makkah
Lalu…
Menyanyikan selaksa syair kebenaran : suara – suara meliuk indah pada goresan kata
Buih – buih kata:
“IQRO’!”

Maka bacalah, Nak!
Serta menunduklah dari dongaknya kepalamu saat angkasa terbebani gemerlap neon bertabur:
noda malam pada setiap butir embun

Maka bacalah, Nak!
Kala bumi kehilangan sumsumnya,
Saat itulah urat perkasamu mengganti kerlip bintang yang hilang

Maka bacalah, Nak!
Ini kali dapat memutar film masa silam
Bukan Bollywood, Disney dan kisah – kisah biru yang menjelma: jiwa – jiwa lelah

Maka bacalah, Nak!
Tetes – tetes tanah bersenandung janji pada satu Dzat Maha Pemurah
Tentang kelenjar - kelenjar keilmuan yang mendekap nama penciptanya


Maka bacalah, Nak!
Namun bila aura zaman menyeretmu pada kebutaan,
Tanggalkan Nak, kenakan hatimu di gantungan pakaian
Sampai musim mampu mencair-sejukkan kedua matamu dengan mushaf kalamullah,
Akan kutulis kembali untuk masa tanpa batas cakrawala
Lalu…
Bacalah!

Nak, tersenyumlah pada semesta 24 NON STOP
Kau senang, bukan?
Tapi,
Awas!
Jangan biarkan selaput – selaput kubur menyekat tenggorokan
Sebelum jiwamu lesap dari belenggu dahaga

Sekian lama kunanti kau nikmati sembari mencintai Pembuat Nikmat
Tapi, tak ada rasa saat kujilat di jagad, mengapa?
Kau lupa?

Maka sempatkan baca ini, Nak! Pada pertemuan pagi yang singkat
Kutunggu kau sebagai penyair pentaubat

Yang terakhir, Nak
Salam seluruh salam terucap untuk Sang Baqa’
Dan ruhmu yang hening
Bening
Amat bening

Sumber : www.siteislami.co.cc
Sumber  : 

0 komentar:

Posting Komentar