Kolam di mataku
Jalan, tertapaki kaki untuk di pijak sang dara kecil. “Dimana Dewaku?” ujarnya.
Ia di dekapan Allah, sayang.
Hati kecilnya membeku-tersenyum.
Lalu dimana pacarku?
Di seberang sana ada hatiku dan wajahmu, tapi bukan hatimu, sayang…
Lalu dimana hatimu? yang aku lihat ia bersenggama dengan gurat-gurat Dewi pujaanmu.
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Oh sya ha ha ha ha…
Cintaku dalam gilingan daging
Oh syaaa!!! Ha ha ha…!
Cintamu di kulit landak
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Kau dewaku, dan ku dewimu-
tapi mimpi.
Ketika kututup mata dan kumembukanya : bayangmupun tak ada
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Ia di dekapan Allah, sayang.
Hati kecilnya membeku-tersenyum.
Lalu dimana pacarku?
Di seberang sana ada hatiku dan wajahmu, tapi bukan hatimu, sayang…
Lalu dimana hatimu? yang aku lihat ia bersenggama dengan gurat-gurat Dewi pujaanmu.
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Oh sya ha ha ha ha…
Cintaku dalam gilingan daging
Oh syaaa!!! Ha ha ha…!
Cintamu di kulit landak
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Kau dewaku, dan ku dewimu-
tapi mimpi.
Ketika kututup mata dan kumembukanya : bayangmupun tak ada
Kolam di mataku tak kunjung kering…
Sumber : www.siteislami.co.cc



0 komentar:
Posting Komentar