Kebahagiaan di dalam perbedaan
Berumur 20 tahun aku baru mengenal apa itu jatuh cinta, sungguh keajaiban terbesar untukku. Karena jatuh cinta itu sesuatu yang sangat indah, dan aku merasa dunia ini hanya milikku dan dia. Laura itu adalah namaku, dan Charles itu nama pria yang aku cintai pertama kali di dalam hidupku. Pertama kali aku bertemu Charles, aku bekerja sebagai kasir di sebuah restoran di Indonesia, dia sangat tampan, karena dia adalah orang kulit putih, kita sering bilang bahwa dia bule.Siang itu Charles datang pertama kali di restoran di mana aku bekerja. "Selamat pagi " Charles menyapa. Sungguh terkejut aku di buatnya. Dengan pandangan matanya yang tajam dan senyumnya yang manis membuatku salah tingkah. Dengan membalas senyumnya aku berkata "Selamat siang Sir, it's 11 pm". Dengan melihat jam tangan yang dia kenakan, dia tertawa dan berkata, "oh..maaf selamat siang". Percakapan yang sebentar itu, berlalu dengan cepat, setelah dia mendapat makanan yang dia inginkan. Dia melangkah ke pintu keluar, tetapi masih saja dia mencuri pandang untuk melihatku sambil melempar senyum kepadaku. Aku merasa aku sedang jatuh cinta. Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tetapi yang membuat aku bingung, mengapa cinta pertamaku harus orang asing ? aku tidak mengerti.Setelah usai bekerja, kira-kira jam 10 malam. Aku masih saja teringat dengan senyumnya dan pandangan matanya yang tajam. Aku merasa dia juga merasakan hal yang sama, seperti yang aku rasakan. Tetapi aku tidak memikirkannya terlalu dalam, karena ini bagiku hanyalah mimpi mencintai orang asing, dan dia hanya orang asing yang membeli makanan, dan aku tidak akan bertemu dengan dia lagi.
Lalu aku terlelap dalam tidurku. Dua minggu kemudian, malam minggu tepatnya, aku jalan-jalan dengan temanku, tidak di sengaja, aku berpapasan dengan dia yang sedang berjalan seorang diri. Lalu akupun menyapanya, "Hai Sir, do you still remember me ?" dan diapun menjawa, "Ya..dari restoran itu dimana kamu bekerja". Dan akhirnya kita bertukaran no handphone, dan dia bertanya, "malam ini ada acara apa ?" aku kebingungan menjawab, "e..e..tidak ada, tapi mungkin kita bisa jalan-jalan bersama". Diapun mau ikut dengan ku dan temanku.Malam yang sangat berharga untukku, karena ini malam pertama kau bersama dengan seorang pria yang mengganggu pikiranku dua minggu yang lalu. Kita menikmati malam itu bersama, hingga waktu harus memisahkan kita. Dengan baiknya dia mengantar aku sampai rumah, dan kita membuat janji untuk bertemu lagi. Dan kejadian, ini terjadi lagi lagi dan lagi. Aku merasakan, benar benar jatuh cinta dengan dia. Bukan karena dia bule, tetapi karena dia sangat baik, dan dia bisa mencuri hatiku, yang tertutup cukup lama.Malam itu aku beranikan diri bertanya,"Kamu punya pacar ?" dan dia pun langsung menjawab tanpa basa basi, "tidak, dan kamu?" dengan sangat senang, aku menjawab, "tidak". Kita terdiam cukup lama, hingga pada akhirnya dia bertanya kepadaku, pertanyaan yang sungguh sungguh aku tunggu sejak lama. "Kamu ingin jadi pacarku ?" dan tanpa menunggu lama, aku menjawab "Yes". Bahagianya aku saat itu, dan ini menjadikan motivasiku untuk selalu bahagia. Tapi kebahagiaan ini harus berhenti di tengah jalan. Charles harus pergi meninggalkan negara Indonesia, karena dia harus kembali ke negara asalnya. Betapa sedihnya aku saat dia mengatakan kita harus berpisah, karena di tidak bisa berpacaran jarak jauh. Aku mencoba merayunya, "kenapa kita harus berpisah?, kita masih bisa berpacaran seperti ini, walaupun aku jauh darimu. Dan dia tidak peduli dengan perasaanku, dan dia tetap memutuskanku.Hari itu adalah neraka dalam hidupku, kuberikan segalanya untuknya tetapi apa yang aku dapatkan sekarang, hanyalah kenangan kebahagiaan saat dia menjadi pacarku. Waktu berlalu dengan cepat, dan akupun mempunyai banyak pacar, tetapi masih saja tidak bisa berhasil dalam hubungan cinta. Dan yang lebih membuatku bingung, semua pacarku adalah orang asing, dan aku sendiri tidak pernah merasa jatuh cinta dengan cowok Indonesia, sangat aneh, tetapi aku menjalani semuanya sesuai dengan perasaanku. Aku tidak peduli apa orang bilang. Yang terpenting adalah, aku bahagia dengan pilihanku, walaupun aku harus menjalaninya dengan penderitaan terlebih dahulu, karena aku tahu perbedaan sangatlah sulit di satukan. Tetapi ini adalah jalan yang aku ambil, dan aku yakin aku akan menemukan dia, pria yang aku impikan, sebagai kekasihku, dan ayah untuk anak-anakku. Tam
Lalu aku terlelap dalam tidurku. Dua minggu kemudian, malam minggu tepatnya, aku jalan-jalan dengan temanku, tidak di sengaja, aku berpapasan dengan dia yang sedang berjalan seorang diri. Lalu akupun menyapanya, "Hai Sir, do you still remember me ?" dan diapun menjawa, "Ya..dari restoran itu dimana kamu bekerja". Dan akhirnya kita bertukaran no handphone, dan dia bertanya, "malam ini ada acara apa ?" aku kebingungan menjawab, "e..e..tidak ada, tapi mungkin kita bisa jalan-jalan bersama". Diapun mau ikut dengan ku dan temanku.Malam yang sangat berharga untukku, karena ini malam pertama kau bersama dengan seorang pria yang mengganggu pikiranku dua minggu yang lalu. Kita menikmati malam itu bersama, hingga waktu harus memisahkan kita. Dengan baiknya dia mengantar aku sampai rumah, dan kita membuat janji untuk bertemu lagi. Dan kejadian, ini terjadi lagi lagi dan lagi. Aku merasakan, benar benar jatuh cinta dengan dia. Bukan karena dia bule, tetapi karena dia sangat baik, dan dia bisa mencuri hatiku, yang tertutup cukup lama.Malam itu aku beranikan diri bertanya,"Kamu punya pacar ?" dan dia pun langsung menjawab tanpa basa basi, "tidak, dan kamu?" dengan sangat senang, aku menjawab, "tidak". Kita terdiam cukup lama, hingga pada akhirnya dia bertanya kepadaku, pertanyaan yang sungguh sungguh aku tunggu sejak lama. "Kamu ingin jadi pacarku ?" dan tanpa menunggu lama, aku menjawab "Yes". Bahagianya aku saat itu, dan ini menjadikan motivasiku untuk selalu bahagia. Tapi kebahagiaan ini harus berhenti di tengah jalan. Charles harus pergi meninggalkan negara Indonesia, karena dia harus kembali ke negara asalnya. Betapa sedihnya aku saat dia mengatakan kita harus berpisah, karena di tidak bisa berpacaran jarak jauh. Aku mencoba merayunya, "kenapa kita harus berpisah?, kita masih bisa berpacaran seperti ini, walaupun aku jauh darimu. Dan dia tidak peduli dengan perasaanku, dan dia tetap memutuskanku.Hari itu adalah neraka dalam hidupku, kuberikan segalanya untuknya tetapi apa yang aku dapatkan sekarang, hanyalah kenangan kebahagiaan saat dia menjadi pacarku. Waktu berlalu dengan cepat, dan akupun mempunyai banyak pacar, tetapi masih saja tidak bisa berhasil dalam hubungan cinta. Dan yang lebih membuatku bingung, semua pacarku adalah orang asing, dan aku sendiri tidak pernah merasa jatuh cinta dengan cowok Indonesia, sangat aneh, tetapi aku menjalani semuanya sesuai dengan perasaanku. Aku tidak peduli apa orang bilang. Yang terpenting adalah, aku bahagia dengan pilihanku, walaupun aku harus menjalaninya dengan penderitaan terlebih dahulu, karena aku tahu perbedaan sangatlah sulit di satukan. Tetapi ini adalah jalan yang aku ambil, dan aku yakin aku akan menemukan dia, pria yang aku impikan, sebagai kekasihku, dan ayah untuk anak-anakku. Tam



0 komentar:
Posting Komentar